Kebanyakan wisatawan langsung menuju Barcelona atau Riviera. Mereka tidak mengerti maksudnya. Perpignan adalah ibu kota departemen Pyrénées-Orientales di wilayah Occitanie. Itu terletak di Sungai Têt. Lokasinya tepat. Letaknya delapan mil sebelah barat Laut Mediterania. Jaraknya sembilan belas mil di utara perbatasan Spanyol.

Ini bukan sekedar persinggahan. Ini adalah destinasi yang memerlukan perhatian. Secara historis, kota benteng. Dulunya merupakan ibu kota Roussillon. Provinsi lama itu memiliki identitas tersendiri. Itu bukan hanya bahasa Prancis. Itu bukan hanya bahasa Spanyol. Itu adalah sesuatu yang lain sama sekali. Saat ini, suasananya telah berubah. Ini adalah pusat administratif. Ini adalah pusat komersial. Namun jangan biarkan birokrasi membodohi Anda. Ada kehidupan di sini. Kehidupan nyata.

Mengapa Mengunjungi Perpignan Daripada Pantai?

Kota-kota pesisir penuh sesak. Harganya mahal. Perpignan menawarkan nilai yang berbeda. Anda mendapatkan sejarah tanpa jebakan turis. Anda mendapatkan budaya asli Catalan. Ini adalah jantung Roussillon. Arsitekturnya mencerminkan hal itu. Anda akan melihat menara Gotik. Anda akan melihat lengkungan Romawi. Bangunan-bangunan tersebut menceritakan kisah tentang daerah perbatasan. Tempat di mana budaya bertabrakan dan berbaur.

Pertimbangkan logistiknya. Menuju ke sana mudah. TGV menghubungkan Perpignan ke Paris dalam waktu sekitar enam jam. Itu lebih cepat daripada naik kereta api dari Madrid ke Barcelona. Penerbangan mendarat di Bandara Perpignan-Rivesaltes. Itu kecil. Hal ini dapat dikelola. Anda tidak akan menghabiskan waktu berjam-jam di jalur keamanan. Ini penting ketika Anda mencoba memaksimalkan waktu Anda.

Istana Kerajaan dan Tembok Abad Pertengahan

Anda tidak dapat berjalan melalui kota ini tanpa melihat Palais des Rois de Majorque. Ini adalah daya tarik utama. Itu dibangun pada abad ke-13. Raja-raja Majorque memerintah di sini sebelum mahkota Perancis mengambil alih. Strukturnya sangat besar. Dindingnya tebal. Beberapa bagian rusak. Lainnya dipulihkan.

Kunjungi di pagi hari. Cahayanya bagus untuk foto. Halamannya sepi. Anda bisa membayangkan intrik yang sopan. Anda dapat mendengar gema perdebatan. Museum istana di dalamnya dikurasi dengan baik. Ini mencakup sejarah wilayah tersebut. Ini menjelaskan mengapa tempat ini sangat strategis. Penguasaan Roussillon berarti kendali atas jalur antara Perancis dan Spanyol. Itu sangat besar. Masih.

Setelah istana, berjalanlah di benteng. Tembok kota tua masih utuh. Anda dapat berjalan di sepanjang mereka secara gratis. Pemandangan Sungai Têt menyenangkan. Pemandangan Pyrenees jauh namun nyata. Pada hari yang cerah, Anda dapat melihat pegunungan. Mereka berkulit putih. Mereka agung. Mereka mengingatkan Anda bahwa Anda dekat dengan perbatasan.

Makanan dan Kehidupan Sehari-hari

Di sinilah keajaiban sesungguhnya terjadi. Perpignan adalah kota pasar. Pasar sentral buka setiap hari kecuali hari Senin. Itu berisik. Itu penuh warna. Baunya seperti rempah-rempah dan ikan. Belilah keju lokal. Belilah beberapa buah zaitun. Belilah roti. Makanlah di bangku. Perhatikan penduduk setempat. Mereka ramah. Mereka langsung. Mereka tidak punya waktu untuk berbasa-basi. Mereka harus makan siang.

Masakannya kuat. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari darat dan laut. Anda akan menemukan socca.

Castillet dan Jantung Kota yang Dapat Dipertahankan

Benteng-benteng kuat yang pernah menjadi ciri Perpignan sebagian besar telah hilang. Tembok-tembok itu dirobohkan pada akhir abad ke-19 dan dihapus untuk membuka jalan bagi modernisasi kota. Namun jika Anda berjalan ke gerbang selatan yang lama, Anda masih menemukan Castillet. Benteng berdinding batu ini berdiri sebagai peninggalan keras kepala dari abad ke-14 dan ke-15. Itu pernah mempertahankan pintu masuk utama. Saat ini, itu adalah museum. Anda dapat masuk ke dalam dan membayangkan beratnya batu yang menghalangi penjajah selama berabad-abad.

Ini adalah hubungan nyata dengan masa lalu kota yang penuh gejolak. Perpignan tidak pernah sekadar kota provinsi yang tenang. Itu menjadi hadiah yang strategis. Pangeran Roussillon mempertahankannya sampai tahun 1172. Kemudian keluarga Aragon mengambil alih. Ketika James I dari Aragon membagi kerajaannya, Roussillon pergi ke putra bungsunya. Hal ini mengawali dinasti raja-raja turun-temurun di Mallorca. Mereka menjadikan Perpignan sebagai ibu kotanya antara tahun 1276 dan 1344.

Pertahanan kota semakin kuat seiring meningkatnya ketegangan. Perjuangan antara Perancis dan Spanyol untuk menguasai wilayah tersebut mengubah Perpignan menjadi sebuah benteng. Kota ini bertahan hingga tahun 1659. Perjanjian Pyrenees akhirnya menyerahkan kota tersebut kepada Prancis.

Perlindungan dan Ketahanan

Identitas kota ini dibentuk oleh sejarahnya sebagai tempat berlindung. Ini bukan hanya tentang batu-batu tua. Ini tentang siapa yang mencari keamanan di sini.

Pada abad ke-20, Perpignan kembali dibuka. Setelah tahun 1936, Perang Saudara Spanyol mendorong pengungsi melintasi perbatasan. Mereka datang ke sini. Beberapa dekade kemudian, sekitar tahun 1960, kota ini menyambut kembalinya para emigran Afrika Utara. Sejarah perlindungan ini dijalin ke dalam struktur lokal. Ini menambah lapisan kedalaman pengalaman pariwisata. Anda berjalan melalui jalan-jalan yang telah menyaksikan gelombang pengungsian dan harapan.

Seni dan Arsitektur untuk Dijelajahi

Selain Castillet, kota tua ini menyimpan lebih banyak harta karun. Anda harus mencari Loge de Mer. Bangunan kuno ini dulunya merupakan tempat pengadilan maritim. Ini adalah pengingat akan hubungan Perpignan dengan perdagangan dan hukum. Di dekatnya berdiri Katedral Saint-Jean. Ini berasal dari abad ke-14 dan ke-15. Arsitekturnya mencerminkan pengaruh Catalan di kawasan ini.

Perpignan menawarkan perpaduan yang berbeda antara warisan Catalan dan sejarah administrasi Perancis, terlihat dalam struktur abad pertengahan dan modern awal.

Di selatan kota, cerita berlanjut. Benteng yang dibangun pada abad ke-17 dan ke-18 ini masih menjulang di atas lanskap. Bentengnya mengelilingi istana abad pertengahan raja-raja Mallorca. Istana telah dipugar sebagian. Anda dapat berjalan di antara reruntuhan dan melihat bagaimana arsitektur berevolusi dari benteng pertahanan menjadi kediaman kerajaan.

Pecinta seni harus mengunjungi Museum Rigaud. Di dalamnya terdapat lukisan karya seniman Catalan lokal. Ia juga menampilkan karya-karya Hyacinthe Rigaud. Dia berasal dari Perpignan. Potretnya terkenal. Melihat karya awalnya di kampung halamannya menambah konteks kesuksesannya di kemudian hari di istana kerajaan Perancis.

Mesin Ekonomi

Perpignan bukan hanya kota museum. Ini adalah pusat yang berfungsi. Dataran di sekitarnya kaya. Para petani di sini membudidayakan buah-buahan dan sayur-sayuran. Proses kota