Delta Air Lines telah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan penerbangan harian nonstop antara Los Angeles (LAX) dan Manila, Filipina (MNL) mulai musim panas 2027. Maskapai ini mengajukan pemberitahuan kepada Departemen Transportasi AS (DOT) sebagai tanggapan atas permohonan Philippine Airlines untuk layanan Chicago, yang mengungkapkan niatnya untuk mengoperasikan rute tersebut menggunakan pesawat Airbus A350-900. Ekspansi ini menandai langkah penting dalam pertumbuhan jaringan jarak jauh Delta, namun menimbulkan pertanyaan tentang strategi maskapai ini yang terus berkembang di pasar Asia-Pasifik yang kompetitif.
Perubahan Strategi
Secara historis, Delta berfokus pada rute jarak jauh yang lebih moderat, dengan layanan jarak jauh yang terbatas. Penambahan wilayah baru-baru ini ke Hong Kong (HKG) dan Riyadh (RUH) menandakan adanya pergeseran, namun pengumuman di Manila sangat penting. Rute ini mewakili perjalanan sejauh 7.000+ mil menuju pasar dengan permintaan tinggi namun hasil yang relatif rendah. Delta memposisikan dirinya sebagai maskapai penerbangan premium, namun keekonomian rute ini tidak terlihat jelas mengingat biaya operasionalnya yang tinggi.
Perluasan Pantai Barat
Keputusan untuk meluncurkan rute Manila dari Los Angeles dibandingkan Seattle juga menarik. Selama bertahun-tahun, Delta memprioritaskan Seattle (SEA) sebagai gerbang utama Pasifik, mengembangkan rute transpasifik yang signifikan. Kini, maskapai ini tampaknya kembali berinvestasi di Los Angeles (LAX), pasar di mana United dan American Airlines sudah memiliki jejak yang kuat. Langkah ini mungkin didorong oleh populasi warga Filipina-Amerika yang lebih besar di wilayah LA, namun hal ini juga menyoroti kesulitan dalam membangun dominasi di pasar LA yang padat.
Persaingan dan Konteks
United Airlines telah menambahkan penerbangan San Francisco ke Manila pada tahun 2023. Masuknya Delta akan meningkatkan persaingan bagi wisatawan antara AS dan Filipina. Maskapai ini berpendapat bahwa perluasan layanan akan menguntungkan konsumen melalui pilihan yang lebih banyak dan peningkatan konektivitas. Namun, pakar industri mempertanyakan apakah rute tersebut akan menguntungkan dalam jangka panjang. Perekonomian maskapai penerbangan telah bergeser, program loyalitas kini memainkan peran yang lebih besar dalam pendapatan, namun rute tersebut masih berupa pertaruhan.
Ekspansi Delta ke Manila, meskipun secara strategis ambisius, menunjukkan kesediaan untuk bersaing di pasar yang penuh tuntutan. Kesuksesan maskapai ini akan bergantung pada kemampuannya menarik wisatawan premium sekaligus mengelola biaya operasional.
Pada akhirnya, peluncuran Delta di Manila merupakan langkah signifikan yang akan mengubah lanskap persaingan penerbangan antara AS dan Filipina. Masih harus dilihat apakah maskapai ini dapat berhasil mengatasi tantangan rute jarak jauh ini dan membangun kehadiran yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
























