Daya tarik Guadeloupe hampir membuat seorang pelancong ketinggalan pesawat. Hanya dua jam sebelum keberangkatan, penulis secara spontan mengambil keputusan untuk mengunjungi Trou à Man Louis, sebuah pantai terpencil yang terkenal dengan keindahannya yang menakjubkan. Perjalanannya sendiri merupakan sebuah petualangan: 90 menit berkendara menyusuri jalanan berkelok-kelok, yang berpuncak pada jalur tanah kasar menuju ke hutan lebat.

Tantangannya: Kendala utama bukanlah jarak, namun kurangnya akses yang jelas. Pantainya tersembunyi di balik vegetasi yang lebat, dan menemukan jalan setapak terbukti sulit. Penulis membutuhkan bantuan dari dua orang wisatawan yang kebetulan sedang lewat.

Cultural Twist: Hal yang tidak terduga adalah petunjuk arah datang dalam bahasa Spanyol, bukan bahasa Prancis. Hal ini menyoroti lanskap multikultural Guadeloupe, di mana bahasa Spanyol digunakan secara luas bersamaan dengan bahasa resmi Perancis. Insiden ini menggarisbawahi betapa bahkan di wilayah berbahasa Perancis, mengetahui bahasa lain bisa sangat berguna.

Penulis berhasil menemukan pantai tepat waktu, namun pengalaman tersebut menggambarkan dilema perjalanan yang umum: memprioritaskan pengalaman terakhir dibandingkan kebutuhan logistik. Kisah ini merupakan pengingat lucu betapa kuatnya daya tarik sebuah destinasi yang indah, bahkan ketika waktu hampir habis.

Pada akhirnya, kisah ini berfungsi sebagai ilustrasi ringan tentang sifat perjalanan yang tidak dapat diprediksi: terkadang, momen paling berkesan datang dari keputusan di menit-menit terakhir yang menguji batas kemampuan kita.