Penerbangan American Airlines dari Dallas – Fort Worth ke Las Vegas ditunda setelah seorang penumpang mulai berperilaku tidak menentu saat naik ke pesawat. Pria tersebut merangkak melewati lorong pesawat sambil berteriak tidak jelas tentang Elon Musk, roket luar angkasa, dan merasakan ancaman dari sesama penumpang.
Pramugari berusaha meredakan situasi, namun pria tersebut menjadi semakin gelisah. Dia melontarkan omelan yang mencakup klaim aneh tentang memiliki “darah Trump” setelah prosedur medis baru-baru ini. Dia juga mengarahkan hinaan rasial kepada penumpang lain dan mengancam akan melakukan kekerasan fisik.
Insiden tersebut diakhiri dengan pria tersebut meminta sekaleng Coca-Cola, meskipun dia berperilaku agresif. Seluruh penerbangan kemudian diturunkan sebagai tindakan pencegahan keselamatan.
Insiden ini menyoroti meningkatnya frekuensi perilaku mengganggu penumpang pada penerbangan komersial, meningkatkan kekhawatiran mengenai krisis kesehatan mental dan kemampuan maskapai penerbangan untuk mengelola situasi tersebut secara efektif.
Kemarahan pria tersebut, yang terekam dalam video dan dibagikan secara luas di media sosial, mengingatkan kita pada insiden penerbangan terkenal lainnya yang melibatkan penumpang nakal. Situasi ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi maskapai penerbangan dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di tengah perilaku yang semakin tidak dapat diprediksi.
Penyebab mendasar dari insiden-insiden ini masih belum jelas. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi peran kesehatan mental, penyalahgunaan zat, dan ketegangan masyarakat yang lebih luas dalam meningkatkan konflik dalam penerbangan.
Pada akhirnya, insiden ini menjadi pengingat akan perlunya peningkatan pemeriksaan, peningkatan pelatihan de-eskalasi bagi staf maskapai penerbangan, dan potensi hukuman yang lebih ketat bagi penumpang yang melakukan pelanggaran.
