Southwest Airlines akan menghentikan layanan di Bandara Internasional O’Hare (ORD) Chicago dan Bandara Internasional Washington Dulles (IAD) mulai bulan Juni, mengkonsolidasikan operasi di hub yang lebih kecil dan lebih hemat biaya. Keputusan ini, meskipun belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri ini, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh maskapai berbiaya rendah yang beroperasi di bandara-bandara besar yang sangat kompetitif.
O’Hare Exit: Kendala Operasional dan Tekanan FAA
Southwest pertama kali memasuki O’Hare pada tahun 2021 di tengah pandemi COVID-19, tetapi tidak pernah memperluas kehadirannya secara signifikan. Maskapai ini saat ini hanya melayani 15 tujuan dari bandara. Langkah ini dilakukan ketika O’Hare bergulat dengan masalah kelebihan kapasitas. American dan United Airlines secara agresif melakukan ekspansi di O’Hare, menciptakan peningkatan persaingan untuk mendapatkan ruang di gerbang dan berkontribusi terhadap jadwal penerbangan yang melebihi batas operasional bandara.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Departemen Transportasi (DOT) telah memerintahkan pengurangan jadwal penerbangan untuk mengatasi kemacetan. Bagi Southwest, melanjutkan operasi di O’Hare menjadi “tantangan”, menjadikan hub lamanya di Bandara Midway menjadi alternatif yang lebih layak. Midway telah melayani Southwest sejak 1985.
Keberangkatan Dulles: Mengalihkan Fokus ke Bandara Regional
Southwest telah melayani Dulles sejak tahun 2006, namun baru-baru ini mengurangi layanannya hanya ke dua tujuan: Denver dan Phoenix. Maskapai ini mulai terbang dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada tahun 2012, sebagian mengalihkan operasinya dari Dulles. Southwest kini berfokus pada Bandara Internasional Thurgood Marshall Baltimore/Washington yang lebih kecil bersama National, yang secara efektif menyederhanakan kehadirannya di wilayah DC. Dulles adalah bandara terbesar dan termahal di antara ketiga bandara tersebut, sehingga memungkinkan maskapai ini untuk mengurangi layanan sambil tetap mempertahankan rute dari bandara lain yang lebih murah di wilayah tersebut.
Mengapa Maskapai Meninggalkan Bandara Utama
Tren maskapai penerbangan yang meninggalkan bandara besar didorong oleh faktor ekonomi. Maskapai penerbangan dominan seperti Delta dan United secara efektif mengendalikan sebagian besar ruang di bandara utama. Hal ini meningkatkan biaya bagi maskapai penerbangan kecil melalui biaya gerbang yang lebih tinggi, biaya pendaratan (berdasarkan berat pesawat), dan biaya terminal per penumpang.
Southwest sebelumnya telah mundur dari bandara-bandara besar, termasuk Houston Bush Intercontinental (1992), Newark Liberty International (2019), dan Bandara Internasional Mexico City (2019). Maskapai ini awalnya berfokus pada bandara kecil tingkat kedua, sehingga langkah ini konsisten dengan strategi historisnya.
Dampak pada Wisatawan
Penumpang yang sudah melakukan pemesanan ke Dulles atau O’Hare setelah 4 Juni memiliki opsi. Southwest akan mengizinkan perubahan ke Baltimore/Washington, Reagan National, Philadelphia, atau Richmond (untuk rute Dulles) dan Midway, Indianapolis, atau Milwaukee (untuk rute O’Hare) tanpa biaya tambahan. Pengembalian dana penuh juga tersedia.
Southwest mengoperasikan hingga 244 keberangkatan setiap hari dari Midway, melayani sekitar 80 tujuan nonstop. Maskapai ini meyakinkan para pelancong bahwa rute alternatif akan tersedia.
Keputusan maskapai ini menggarisbawahi realitas finansial dari pengoperasian di bandara-bandara besar versus efisiensi konsentrasi operasional di bandara-bandara yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.
Pergeseran ini mencerminkan tren industri yang lebih luas di mana maskapai penerbangan memprioritaskan efektivitas biaya dibandingkan prestise, terutama di era harga bahan bakar yang berfluktuasi dan tekanan persaingan.























