Agen perjalanan menghadapi dilema kritis: kewalahan dengan sistem yang terfragmentasi namun waspada terhadap alat AI yang dapat membuat mereka ketinggalan jaman. Sabre, pemain utama dalam sistem distribusi global (GDS) untuk perjalanan, memposisikan dirinya untuk mengatasi tantangan ini, bukan dengan menghilangkan agen, namun dengan meningkatkan kemampuan mereka dengan kecerdasan buatan.
Paradoks Otomatisasi dalam Perjalanan
Selama beberapa dekade, agen perjalanan mengandalkan platform GDS seperti Sabre untuk memesan penerbangan, hotel, dan layanan perjalanan lainnya. Namun, sistem ini seringkali rumit sehingga memerlukan pelatihan dan upaya manual yang signifikan. Sementara itu, kebangkitan AI menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Agen menyadari potensi otomatisasi untuk menyederhanakan alur kerja dan meningkatkan efisiensi, namun mereka juga takut digantikan oleh algoritma cerdas.
Ketakutan ini bukannya tidak berdasar. Industri perjalanan telah mengalami gangguan dari agen perjalanan online (OTA) yang mengotomatisasi banyak tugas agen tradisional. Namun, Sabre berargumentasi bahwa masa depan bukanlah soal manusia dibandingkan mesin, tapi soal kerja sama keduanya.
Pendekatan AI Agentik Sabre
Sabre beralih dari penyedia GDS lama ke platform berbasis API yang lebih fleksibel. Ini berarti membuka data dan alatnya kepada pengembang dan mitra, sehingga memungkinkan penyesuaian dan integrasi yang lebih besar. Investasi AI perusahaan ditujukan untuk menciptakan alat “agentik” – agen AI yang dapat menangani tugas-tugas tertentu bersama dengan agen manusia dan sistem perusahaan.
Menurut Kathy Morgan, wakil presiden senior manajemen produk Sabre, perusahaan sengaja membedakan dirinya dalam bidang ini. “Kami memberdayakan pelanggan kami, apakah mereka agen atau mitra pemasok atau pelanggan yang disebutkan namanya,” kata Morgan dalam sebuah wawancara dengan Skift. Tujuannya adalah untuk memberikan solusi yang meningkatkan produktivitas agen, bukan menggantikan mereka sepenuhnya.
Demo CES: Sekilas tentang Masa Depan
Sabre memamerkan demonya di CES, memberikan contoh nyata dari strategi AI agennya. Meskipun detailnya masih terbatas, demo ini menyarankan sebuah sistem di mana agen AI dapat menangani tugas-tugas rutin, seperti menemukan penawaran terbaik atau mengelola rencana perjalanan yang kompleks, sementara agen manusia fokus pada interaksi bernilai lebih tinggi, seperti layanan yang dipersonalisasi dan menyelesaikan pengecualian.
Pendekatan ini mengakui bahwa pemesanan perjalanan seringkali lebih dari sekedar transaksi. Ini melibatkan membangun hubungan, memahami preferensi pelanggan, dan memberikan dukungan ketika terjadi kesalahan. Ini adalah area di mana agen manusia unggul, dan strategi Sabre tampaknya dirancang agar mereka selalu mendapat informasi.
Pedang
