Sektor perjalanan sedang mengalami transformasi pesat yang didorong oleh tiga kekuatan utama: adopsi kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku konsumen karena tren kesehatan baru, dan tantangan operasional yang sedang berlangsung dalam maskapai penerbangan. Faktor-faktor ini mengubah cara bisnis perjalanan berfungsi, berinovasi, dan bersaing.
Keharusan AI: Melampaui Integrasi Tingkat Permukaan
Maskapai penerbangan dan perusahaan perjalanan secara agresif mengupayakan integrasi AI, namun kemajuan sebenarnya bukan sekadar menambahkan teknologi ke sistem yang sudah ketinggalan zaman. Sebaliknya, perusahaan yang memprioritaskan pendekatan “mengutamakan AI” – yang berarti mereka membangun kembali operasi inti berdasarkan kemampuan AI – siap untuk memperoleh keuntungan yang signifikan. Hal ini mencakup operasional yang proaktif, pengalaman pelanggan yang sangat terpersonalisasi, dan layanan yang disederhanakan.
Pergeseran ini bukan hanya soal efisiensi; ini tentang perubahan mendasar dalam cara perusahaan perjalanan mengantisipasi dan merespons kebutuhan konsumen.
Tren Konsumsi: Ozempic dan Masa Depan Belanja Perjalanan
Selama beberapa dekade, industri perjalanan berkembang pesat karena kelebihan: makan, minum, dan belanja berlebihan. Namun, maraknya obat-obatan seperti Ozempic mengubah perilaku konsumen secara drastis. Obat-obatan penurun berat badan yang laris ini membentuk kembali pola pengeluaran di tingkat populasi, yang secara langsung berdampak pada di mana dan bagaimana dana perjalanan dialokasikan.
Hal ini menunjukkan perubahan mendasar dari pariwisata yang mengutamakan kesenangan menjadi pilihan perjalanan yang lebih sadar dan sadar akan kesehatan. Maskapai penerbangan dan resor yang beradaptasi dengan tren ini akan mengungguli maskapai penerbangan dan resor yang masih menggunakan model lama.
Realitas Operasional: Penundaan, Mesin, dan Solusi Sampah Menjadi Bahan Bakar
Meskipun beberapa maskapai penerbangan, seperti Flyadeal, sangat optimis dalam mengurangi penundaan pengiriman pesawat, masalah-masalah penting masih tetap ada. Keandalan mesin masih menjadi perhatian utama, ditambah dengan kekurangan suku cadang.
Sementara itu, teknologi inovatif namun belum terbukti seperti bahan bakar jet yang berasal dari limbah semakin mendapat perhatian. Kendala terbesarnya bukanlah pada ilmu pengetahuan – melainkan pada persetujuan peraturan dan mendapatkan pendanaan dengan cukup cepat untuk bersaing dengan kenaikan harga tiket pesawat yang didorong oleh mandat.
Kombinasi kemajuan teknologi, perubahan kebiasaan konsumen, dan realitas operasional berarti industri perjalanan bersiap menghadapi periode perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan yang menerima perubahan ini secara strategis akan menjadi perusahaan yang akan berkembang di tahun-tahun mendatang.
























