Keputusan OpenAI baru-baru ini untuk menghentikan kemampuan pemesanan langsung dalam ChatGPT telah menimbulkan dampak di sektor agen perjalanan online (OTA), dengan saham perusahaan seperti Expedia dan Booking Holdings mengalami peningkatan sementara. Namun, kemunduran transaksi yang didukung AI ini mengaburkan tren yang lebih signifikan: meningkatnya pengaruh kecerdasan buatan dalam cara wisatawan melakukan riset dan merencanakan perjalanan.
Bangkitnya Perencanaan Perjalanan Berbasis AI
Wisatawan semakin mengandalkan alat AI – termasuk ChatGPT dan platform serupa – untuk membentuk preferensi perjalanan mereka bahkan sebelum mereka membuka situs pemesanan tradisional. Menurut laporan gabungan Skift Research dan McKinsey baru-baru ini, proporsi wisatawan yang menggunakan alat ini “secara ekstensif” untuk perencanaan perjalanan telah meningkat 124% dari tahun ke tahun, naik dari 13% menjadi 30%. Hal ini menunjukkan adanya perubahan mendasar dalam perilaku konsumen.
Persoalan utamanya bukan lagi sekedar tempat terjadinya pemesanan, namun bagaimana pemesanan dimulai. AI secara mendasar mengubah cara orang menemukan pilihan perjalanan. Daripada memulai dengan situs pemesanan, pengguna kini membentuk opini, mempersempit tujuan, dan bahkan menyusun keseluruhan rencana perjalanan melalui percakapan berbasis AI.
Penemuan vs. Pemesanan: Pemandangan yang Berubah
Selama bertahun-tahun, industri perjalanan memperdebatkan apakah penemuan atau pemesanan lebih penting. Faktanya adalah keduanya penting. Namun, kebangkitan AI memaksa evaluasi ulang prioritas.
“Pertanyaannya bukan lagi tentang memiliki transaksi akhir; melainkan tentang memiliki inspirasi awal dan fase penelitian.”
OTA harus beradaptasi dengan kenyataan baru ini dengan memastikan konten mereka dapat ditemukan melalui alat AI. Hal ini berarti mengoptimalkan kueri bahasa alami, menyediakan data perjalanan yang terperinci dan terstruktur, dan berintegrasi dengan platform AI dengan cara yang lebih dari sekadar tautan pemesanan sederhana.
Apa Artinya bagi OTA
Walkback checkout OpenAI mungkin merupakan kemenangan jangka pendek bagi OTA, namun tidak menyelesaikan tantangan jangka panjang. Medan pertarungan sebenarnya kini berada pada tahap awal proses perencanaan perjalanan. Perusahaan yang gagal beradaptasi berisiko kehilangan kendali atas perjalanan pelanggan sepenuhnya. Masa depan distribusi perjalanan bergantung pada seberapa baik OTA dapat berintegrasi ke dalam alur kerja penemuan yang didukung AI, dibandingkan hanya mencoba mengontrol langkah pemesanan akhir.
Situasi ini menyoroti titik perubahan penting bagi industri ini: AI mengubah bentuk perjalanan, dan OTA harus berevolusi agar tetap relevan. Fokusnya beralih dari mengamankan transaksi menjadi menangkap
























