Holi, “Festival Warna” Hindu, dikenal luas karena perayaannya yang meriah di India. Namun, kegembiraan festival ini telah menyebar jauh melampaui asalnya, dan mengakar di berbagai komunitas di seluruh dunia. Dari pertemuan besar-besaran di Amerika hingga adaptasi budaya yang unik, di sinilah Anda dapat merasakan Holi di luar India.
AS: Pusat Holi Tak Terduga di Utah
Perayaan Holi terbesar di luar India tidak diadakan di kota diaspora besar India, tetapi di Spanish Fork, Utah. Sejak tahun 1989, Festival Warna, yang diselenggarakan oleh kuil Hare Krishna setempat, menarik hingga 70.000 peserta. Acara ini menampilkan musik live, yoga, makanan vegan, dan, tentu saja, banyak bubuk warna-warni. Harga tiketnya sekitar $24 untuk warna dan $10 untuk akses multi-hari.
Mengapa penting: Hal ini menunjukkan bagaimana tradisi budaya dapat berkembang di tempat yang tidak terduga. Keberhasilan festival ini menunjukkan bahwa daya tarik Holi tidak hanya terbatas pada komunitas Hindu saja – namun telah menjadi acara budaya yang lebih luas.
Mauritius: Bangsa yang Merangkul Warna
Mauritius, sebuah negara kepulauan di Samudera Hindia, memiliki populasi Hindu yang besar (dua pertiga penduduknya adalah keturunan India). Hal ini menyebabkan perayaan Holi meluas dan antusias. Festival ini mencakup api unggun, tarian, dan pelemparan bubuk berwarna dan air yang ikonik.
Holika Dahan tahun ini berlangsung pada tanggal 3 Maret, disusul Holi pada tanggal 4 Maret.
Mengapa penting: Contoh Mauritius menggambarkan bagaimana demografi suatu negara dapat memengaruhi pelestarian tradisi budaya. Diaspora India yang besar memastikan Holi tetap menjadi bagian penting dalam kalender nasional.
Guyana: Phagwah dan Pohon Minyak Jarak
Di Guyana, Holi dikenal sebagai Phagwah. Perayaan tersebut mencakup tradisi unik menanam pohon jarak 40 hari sebelum festival, untuk menghormati dewi Saraswati. Pohon itu kemudian dibakar di tumpukan kayu, melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Perayaan melibatkan pelemparan pewarna, prosesi, dan manisan tradisional. Phagwah akan dirayakan pada 3 Maret 2026.
Mengapa penting: Hal ini menyoroti bagaimana praktik budaya berkembang seiring perpindahannya melintasi batas negara. Adaptasi Guyana menunjukkan bagaimana adat istiadat setempat menyatu dengan tema inti Holi.
Nepal: Tradisi Tiang Chir
Nepal merayakan Holi sebagai Phagu Purnima dengan tradisi khas: mendirikan chir, tiang kayu yang dihias dengan kain warna-warni, seminggu sebelum festival. Tiang tersebut didirikan di Durbar Square di Kathmandu, tempat perayaan mencapai puncaknya dengan pembakarannya. Holi akan dirayakan pada tanggal 2 Maret di Kawasan Perbukitan dan 3 Maret di Kawasan Terai tahun ini.
Mengapa ini penting: Tradisi chir di Nepal menunjukkan bagaimana festival dapat sangat terkait dengan bangunan terkenal dan ritual simbolis setempat.
Trinidad dan Tobago: Warisan Holi Karibia
Trinidad dan Tobago, dengan diaspora India yang besar, merayakan Holi (Phagwah) sebagai salah satu perayaan terpentingnya. Festival ini dibawa ke pulau-pulau tersebut oleh para migran India pada tahun 1845 dan sekarang dirayakan oleh orang-orang dari semua agama. Perayaannya meliputi musik tradisional yang dimainkan pada dholaks dan manjeeras. Perayaan utama akan diadakan pada 8 Maret tahun ini.
Mengapa penting: Kisah Trinidad dan Tobago menggarisbawahi bagaimana komunitas diaspora melestarikan dan mengadaptasi tradisi budaya dari generasi ke generasi.
Berlin: Pesta Holi Akhir Musim Panas
Melanggar tradisi, Berlin merayakan Holi pada akhir Agustus, bukan Maret. Festival Warna Holi di Zentraler Festplatz menarik banyak orang, dengan harga tiket mulai dari sekitar €20. Peristiwa serupa terjadi di seluruh Jerman sepanjang musim panas.
Mengapa ini penting: Perayaan yang terlambat di Berlin menunjukkan bagaimana festival dapat disesuaikan dengan iklim dan preferensi setempat. Hal ini menyoroti fleksibilitas tradisi budaya saat mereka menyebar secara global.
Los Angeles: Holi Tepi Pantai dengan Sentuhan Modern
Los Angeles mengambil pendekatan modern terhadap Holi dengan “Holi & The Beach 2026.” Pesta tepi pantai ini menampilkan DJ selebriti, penjual makanan, dan permainan warna cerah. Tiket mulai dari $17.
Mengapa penting: Acara di Los Angeles menggambarkan bagaimana festival dapat dikomersialkan dan diintegrasikan ke dalam dunia hiburan kontemporer. Hal ini menunjukkan bagaimana tradisi budaya dapat berkembang seiring dengan tren modern.
Penyebaran Holi secara global menunjukkan kekuatan pertukaran dan adaptasi budaya. Baik di Utah, Mauritius, atau Berlin, pesan inti mengenai kegembiraan, pembaharuan, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan tetap bersifat universal. Festival ini terus berkembang, namun esensinya tetap bertahan lintas batas dan komunitas.























